ASUS VivoBook Pro F570ZD, Laptop Generasi Milenial

Seiring dengan perkembangan zaman dibidang teknologi, pelajar turut dituntut untuk dapat belajar melalui media komputer. Penggunaan laptop di kalangan sekolah menjadi hal yang tidak asing lagi. Apalagi mengingat Ujian Nasional di beberapa sekolah sudah berbasis komputer.

Sebagai mahasiswa, kebutuhan akan laptop juga mutlak dibutuhkan. Saya merasakan sendiri sebagai mahasiswa teknik akan ketergantungannya terhadap laptop.

  1. Belajar. Waktu kuliah, laptop selalu digunakan untuk menjalankan perangkat lunak office, browsing data, atau tugas besar yang menggunakan AutoCad, Inventor, dan Microsoft Visual Studio. Program-program berat yang suka banget bikin laptop panas.
  2. Organisasi. Lain hal lagi ketika saya memutuskan terjun ke dalam suatu organisasi, misalnya. Di bidang publikasi, seringkali akan ada tuntutan desain entah foto atau video yang membutuhkan kinerja laptop yang cukup. Adobe Premiere Pro atau Final Cut cukup banget buat bikin banyak laptop ‘batuk-batuk’.
  3. Hiburan. Selain itu, kebutuhan lain bagi saya di waktu lengang untuk refreshing adalah main game bersama teman-teman. Jaman sekarang anak mana sih yang nggak suka main game? Saya sendiri adalah penggemar permainan game Dota 2. Saya sendiri keseringan main Dota 2 di laptop dengan settingan ‘rata kiri’, atau istilah anak zaman sekarang yang berarti main dengan grafis paling enteng. Jaga-jaga supaya ‘lepi’ tetep sehat. Sama-sama bisa main sih, cuman rasanya ada yang kurang.
  4. Laptop juga jangan bikin mati gaya. Boleh banget kok punya laptop yang punya performa bagus, tapi tampilannya juga jangan bikin mata orang lain melotot ngeliatnya. Apalagi kalo tampilannya masih gede-gede banget kayak laptop jadul. Entar temen-temen kampus pada nyangka saking gendutnya itu laptop, malah dikira bawa printer ke kampus. Kan malu juga~ (Pengalaman pribadi xixixi…)
  5. Laptop jangan berat-berat banget. Berdasarkan pengalaman saya menggunakan laptop yang cenderung berat dan besar, seringkali punggung saya sakit saat harus membawa tas kemana-mana. Udah gitu kalo dimasukin tas juga suka deg-degan, ini tas bakal jebol nggak yah? Beneran, takut.

Belum lagi kalo udah banyak task dikerjain. Lagi serius-serius, jebret, biru layarnya, mati laptopnya, belum ke save project-nya. Tugasnya bukannya selesai malah balik kanan, bubar jalan.

Laptop yang hampir selalu digunakan di lingkungan kampus atau kosan membuat laptop saya seringkali babak belur dan akhirnya bulak-balik rawat inap di service laptop terdekat.

Punya sih sedikit-sedikit tabungan buat ganti laptop lebih baru, tapi masih bingung sama laptop yang bisa pas banget buat kebutuhan saya sebagai mahasiswa.

Usut punya usut, iseng baca-baca sosial media dan media massa, ASUS 14 Februari kemarin baru saja mengeluarkan laptop baru. Katanya berasal dari seri VivoBook dan uniknya menggabungkan dua hardware milik dua pesaing, AMD dan Intel.

Dari awal udah naik kuping saya sama uniknya ini laptop, apalagi gini-gini lumayan sedikit paham masalah CPU tentang lebih murahnya CPU AMD ketimbang Intel dengan performa yang sama.

Dari sini, saya tahu persis ASUS pasti sudah membaca tentang apa yang ada dibenak masyarakat perihal laptop performa murah. Maka dari itu, saya mulai gali info lebih tentang ASUS VivoBook Pro F570ZD ini.

Bener aja, baru baca satu artikel tentang performanya, hati saya udah panas. Gatel banget rasanya ngeliat ini laptop, pengen punya! Tapi ngeluarin tabungan juga belum sampai setengah harganya.

Berikut adalah alasan kenapa saya bener-bener jatuh cinta ama pasangan baru, AMD dan Intel, di laptop ASUS VivoBook Pro F570ZD ini. Syahreino lewat!

Penasaran nggak sih sama performa ASUS VivoBook Pro F570 ini? Worth nggak ya sama harganya?

Masih sama dengan seri VivoBook sebelumnya, seri anyar ini menyasar bagi mereka yang menginginkan kombinasi kinerja dan mobilitas. Tetapi, terobosan Asus kali ini kembali hadir pada seri VivoBook dengan variasi yang sangat unik, yaitu menggabungkan dua driver milik dua perusahaan berbeda.

14 Februari atau hari valentine biasanya hanya dirayakan oleh umat manusia. Namun, khusus pada 14 Februari 2019 kali ini, ASUS seakan-akan mendukung hari kasih sayang untuk juga ‘dirasakan’ oleh dua hardware milik dua kompetitor. Pada hari peluncuran ASUS VivoBook Pro F570 inilah, untuk kali pertama, secara resmi dua hardware milik dua perusahaan komputer yang sudah saling adu sikut sejak dasawarsa silam akhirnya dipertemukan dalam satu laptop untuk saling menopang satu sama lain.

Spesifikasi

spesifikasi asus laptop.png

Performa

CPU milik AMD bernama Ryzen terkenal dengan performa yang sama tangguh dengan milik intel tapi memiliki harga yang relatif jauh lebih murah. Sedangkan untuk Geforce GTX 1050 ti keluaran Nvidia efisiensinya masih berada diluar jangkauan GPU keluaran AMD pada harga yang sama. Harmonisasi keduanya menghasilkan sebuah laptop inovasi baru dengan performa beringas dan harga kompetitif.

Secara spesifik CPU dari laptop ini menggunakan Ryzen 5 2500U atau Ryzen 7 2700U dengan kecepatan mencapai 3.8 GigaHertz. Untuk GPU (Graphics Procesing Unit) menggunakan Integrated AMD Radeon Vega 8 / AMD Radeon RX Vega 10 Graphics dan Nvidia GeForce GTX 1050 ti dengan 4GB DDR5 VRAM.

Langung aja bicara masalah performa, kita mulai dari bahasan yang paling saya suka, GAME! Ini adalah tampilan dota 2 dari laptop saya sekarang.

Hemat kinerja CPU

Bandingkan dengan milik ASUS VivoBook Pro F570ZD ini. Gimana nggak ngiler.

rata kanan om, ngeri banget om. Merinding.

Kalo ini in-game graphics laptop saya sekarang.

Bandingin sama yang bawah. Kok beda banget ya.

Daun ama bayangannya jelas banget itu! Grafiknya gak nyantai banget sih?

Ini untuk setting game CSGO-nya.

Buat setting game aja udah segarang gini, performa buat yang lain-lain mah pasti disikat semua.

Isi dulu ah list biodatanya.

Tampilan

Dari segi tampilan, menurut saya ASUS VivoBook series kali ini menurut saya lebih sedikit menyusur ke arah Gaming. Karakter tersebut ditampilkan di casing luar, ASUS seakan memperjelas dengan tampilan dua motif garis segitiga yang memberikan kesan kokoh. Mirip-mirip seperti milik dari ASUS TUF, seri laptop Asus untuk Gaming.

Meski begitu, ASUS tetap mempertahankan jatidiri VivoBook yang ringan dan elegan. Bodi F570 dibekali plastik polikarbonat yang membuatnya tetap enteng dan kuat pada tebal 21.9 mm. Di bagian chasisnya terdapat warna stunning finish with lightning blue edges. Tema warna biru muda di bagian logo dan pinggiran membuat jejak kasual untuk laptop berperforma tinggi. Bagi cowok pake warna aqua gitu, menurut saya sih, casual dan cool abis.

Sedangkan lain halnya di permukaan, akan terasa kesan premium dengan finishing touch berupa brush metal di hampir semua sisi. Dengan kombinasi-kombinasi bahan ini, laptop F570 hanya memiliki bobot sebesar 1.96 kg yang menjadikan salah satu laptop paling ringan dikelas layar berukuran 15.6 inci. Alhasil, F570 sangat kompatibel bagi milenial yang suka bawa laptop kemana-mana termasuk saya.

Audio

Di dapur suara, ASUS VivoBook Pro F570 ini menggunakan audio Sonic Master khas ASUS dengan speaker di bagian belakang. Teknologi audio ASUS adalah teknologi perpaduan hardware dan software yang terus dikembangkan. F570 memiliki ASUS AudioWizard yang mempermudah untuk mencapai keseimbangan audio yang ideal untuk semua jenis konten.
ASUS AudioWizard juga menawarkan opsi pengaturan manual, sehingga pemakai dapat mengontrol sepenuhnya campuran audio yang dikehendaki. Audio ini mah udah lebih dari cukup buat saya yang lebih sering memakai untuk nonton film atau sekedar karokean di kelas nunggu dosen masuk. XD.

Keyboard dan Touchpad

Paling suka kalo pencetan keyboard itu nyaman dan enak. Tangan rasanya nggak mau lepas dari keyboard. Nah, F570 menggunakan tipe keyboard yang lengkap dengan number pad. Terdapat cooling system dengan teknologi ASUS IceCool menggunakan kipas cerdas yang membuat pengguna tetap merasakan nyamannya mengetik tanpa gangguan heat. Di belakang keyboard, juga terdapat tombol lampu latar yang berfungsi untuk menampilkan kontrol cahaya ambient untuk membantu mengetik dalam pencahayaan gelap sekalipun.

Sebagai sajian jitu lain yang melengkapi di bagian Touchpad, terdapat sistem sensor sidik jari yang sudah terintegrasi dengan Windows Hello. Sebuah sistem kenyamanan praktis menggunakan satu jari yang sangat membantu baik laptop dari segi keamanan maupun kemudahan akses. 

Ini sih yang saya paling suka, sistem sensor sidik jari. Semua data rahasia bisa aman dari temen-temen yang suka banget gosip dan buka-buka rahasia orang. Ngebukanya juga gampang banget. Oiya, asal jangan lupa pastiin jangan sampai lupa nge-hapus riwayat sidik jari mantan di laptop kita atau tidak bisa berabe, hehe.

Lubang Port

Pusing nggak sih punya laptop bagus tapi dicolokin apa-apa susah. Tapi semua itu bukan masalah sama sekali untuk F570 andalan kita. Hampir semua device bisa dihubungkan ke laptop dengan mudah. Di sisi kanan, F570 memiliki port USB-C™ yang sudah dikenal umum dapat memindahkan data dengan cepat. Disebelahnya terdapat satu port USB 3.0, micro SD readar, dan HDMI untuk terhubung ke berbagai perangkat. Sedangkan dua port USB 2.0 lain terdapat di sisi kiri bersama dengan Audio Jack 3.5 mm. Lengkap untuk dihubungkan ke segala jenis unit.

Baterai

ASUS kadang-kadang juga sadis, ya. Kayak nggak mau ngasih cela kelemahan gitu kek dikit buat makanan kompetitor. Untuk baterai, tidak mau tanggung-tanggung, ASUS juga melekatkan baterai yang berkualitas tinggi. Kekuatan daya tahan baterai F570 teruji dapat bertahan tiga kali lipat dibanding masa pakai baterai lithium-ion biasa. Laptop ini juga didukung pengisian daya cepat yang mampu memuat daya sebesar 60% hanya dalam waktu 49 menit. Wah ini mah laptop stand-by 25 jam di kampus juga saya jabanin. Ah, dilan jadi makin pengen kan..

Harga

Terdapat dua jenis varian ASUS VivoBook Pro F570. ASUS VivoBook Pro F570 dengan AMD Ryzen 7 dibanderol seharga Rp 13,999 juta, sedangkan ASUS VivoBook Pro F570 dengan AMD Ryzen 5 dihargai Rp 11,799 juta.

Khusus ASUS VivoBook Pro F570 seri AMD Ryzen 7 hanya dapat dibeli secara ekslusif di JD.ID

Pembelian laptop dapat diakses melalui mobile site di https://m.jd.id/camp/asus-f570zd-r7591t-316210179.html atau desktop site di https://www.jd.id/campaign/asus-f570zd-r7591t-3162.html

Kesimpulan

Laptop ASUS VivoBook Pro F570 sangat cocok bagi milenial yang ingin mempunyai laptop all-rounder termasuk saya. F570 mempunyai kapasitas kerja yang luas, ringan, juga disertai dengan tekstur elegan. Performa ganas dengan harga yang kompetitif di kelasnya pun sudah bukan pertanyaan lagi.

Advertisements